Targetnya, kurang dari 20 kasus aktif kumulatif per 100 ribu penduduk (Level 1). Artinya, setiap 5 ribu penduduk diharapkan tidak lebih dari 1 kasus aktif.
Data Dinkes Surabaya per tanggal 7 Oktober 2021 mencatat, 51 kasus aktif tersebut tersebar di 21 wilayah kecamatan. Meski begitu, rata-rata kasus aktif di wilayah kecamatan ini masih di bawah 5 kasus.
Sebanyak 51 kasus aktif itu, berada di wilayah Kecamatan Sukomanunggal 1 kasus aktif, Kecamatan Tandes 2 kasus aktif, Kecamatan Sambikerep 3 kasus aktif, Kecamatan Tegalsari 1 kasus aktif, Kecamatan Bubutan 3 kasus aktif, Kecamatan Pabean Cantikan 3 kasus aktif dan Kecamatan Semampir 5 kasus aktif.
Kemudian, wilayah Kecamatan Krembangan 2 kasus aktif, Kecamatan Kenjeran 3 kasus aktif, Kecamatan Tambaksari 4 kasus aktif, Kecamatan Gubeng 2 kasus aktif, Kecamatan Rungkut 4 kasus aktif, Kecamatan Gunung Anyar 3 kasus aktif dan Kecamatan Sukolilo 2 kasus aktif.
Selanjutnya, wilayah Kecamatan Mulyorejo 3 kasus aktif, Kecamatan Sawahan 1 kasus aktif, Kecamatan Wonokromo 3 kasus aktif, Kecamatan Karang Pilang 2 kasus aktif, Kecamatan Wiyung 1 kasus aktif, Kecamatan Wonocolo 1 kasus aktif dan Kecamatan Jambangan 2 kasus aktif.
Oleh sebab itu, Feny – panggilan lekat Febria Rachmanita memastikan, bakal terus konsisten melakukan beberapa langkah komprehensif.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan dan menurunkan level berdasarkan penilaian indikator PPKM Darurat berbasis wilayah.



