Dalam hal ini, Thony mengaku sudah menyampaikan kepada Sekda kota Surabaya saat rapat bersama Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah, bahwa masalah THR ini wajib diseriusi supaya Revitalisasi bangunan yang sudah diserahkan kepada Pemkot ini lebih maksimal.
Thony mengusulkan, Pemkot sementara bisa membentuk UPT yang khusus mengurusi THR, karena kedepan ada Dinas Kebudayaan.
” Dinas kebudayaan, dan dikelola UPT pariwisata. Kemudian kalau ada orientasi bisnis bisa saja dibentuk BUMD,” katanya.
Jadi, potensi kebudayaan di Surabaya sangat besar, seperti Pentas-pentas seni, barang lelang, produk seni. Satu lukisa saja bisa berharga miliaran rupiah.
” Dengan adanya Anatomi organisasi, di THR akan menjadi pusat kajian dan pengembangan kebudayaan,” tandas Thony mengakhiri. (hadi)












