“Kita boleh tinggal di Jatim, Jakarta, Bandung bahkan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Akan tetapi, penting bagi kita untuk selalu mengingat asal-usul kita, darimana kita berasal. Itulah sebenarnya sesuatu yang hakiki,” ungkapnya pada acara Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara (K2 Sulut) Jatim di RM Mahameru, Surabaya, Sabtu (8/8).
Ia mengatakan, pada hakekatnya semua masyarakat yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia adalah memiliki tanah kelahiran yang berbeda-beda. Sejarah tidak bisa kita abaikan bahkan ditinggalkan begitu saja.













