Surabaya. Cakrawalanews.co – Bank UMKM Jatim dinilai masih belum mampu menurunkan Non Performing Loan (NPL) dan biaya operasional pendapatan operasional (BOPO) masih cukup tinggi. Ditambah lagi, bank berplat merah ini meminta tambahan modal sebesar Rp500 miliar.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi C DPRD Jatim, Pranaya Yudha Mahardhika, Selasa (2/2). Pihaknya meragukan kesiapan Bank UMKM Jatim untuk mengelola tambahan modal. Pasalnya, banyak ditemukan angka-angka yang diluar ekspektasi.
“Saya melihat beberapa angka yang perlu kita cermati seperti NPL, BOPO itu memang lebih tinggi daripada standar. Sebagai contoh, saat melihat perjalanan lalu, awal tahun 2020 itu memang sempat ada hearing yang sama dan itu disepakati untuk NPL itu bisa turun di angka 5 persen,” katanya.




