Cakrawala SurabayaIndeks

Lesbumi Ajak Masyarakat Meneladani Sosok Cak Durasim

×

Lesbumi Ajak Masyarakat Meneladani Sosok Cak Durasim

Sebarkan artikel ini
Selaian sebagai bentuk penghormatan, kegiatan ziarah ini juga untuk mengingatkan kembali warga Surabaya atas jasa dan perjuangan Cak Durasim selama hidup.Sebab, tak sedikit masyarakat Surabaya yang tahu keberadaan makam sekaligus perjuangan Cak Durasim semasa hidup.
“Selama ini, orang mungkin mendengar namanya saja. Sebab, Cak Durasim sering dijadikan nama festival atau juga sebuah gedung pertunjungan. Tetapi, dari mana beliau, bagaimana sepak terjangnya, hingga di mana makamnya, kadang orang tidak tahu. Itu kenapa Lesbumi berziarah hari ini,”tutur alummus IAIN Sunan Ampel (kini UINSA) ini.
Lebih dari itu, Cak Durasim adalah teladan bagi para seniman dan budayawan di Lesbumi. Ini tak lain karena pribadi Cak Durasim yang begitu istimewa.Sebab, selain seorang seniman, dia juga nasionalis sejati. Dia tidak hanya istiqomah melestarikan kesenian, tradisi dan budaya bangsanya. Tetapi juga gigih mempertahankan tanah airnya.
“Nilai-nilai itu tergambar betul dari setiap pertunjukan seni Ludruk yang dia mainkan. Salah satu yang monumental adalah kidungan Cak Durasim berbunyi “Pagupon Omahe Doro. Melok Nipon Tambah Soro”. Kritik ini disampaikan untuk menggambarkan betapa sengsaranya rakyat Surabaya kala penjajahan Jepang,”ungkap Hasyim.
Gara-gara kritik tersebut, Cak Durasim, lanjut Hasyim diseret ke dalam penjara oleh tentara Jepang.Berdasarkan catatan sejarah, di dalam penjara itu pula Cak Durasim mengalami penyiksaan oleh tentara Jepang, hingga kemudian meninggal dunia setahun setelahnya.
Itu sebabnya, bagi Lesbumi, Cak Durasim bukan hanya tokoh penting bagi kelestarian kesenian tradisional di Jawa Timur.Tetapi, dia juga menjadi bagian tak terpisahkan bagi perjuangan rakyat Surabaya kala melawan penjajah Jepang puluhan tahun silam. “Pesan ini pula yang ingin kami disampaikan kepada masyarakat,”tuturnya.
Hasyim berharap, dengan meneladani sosok Cak Durasim, warga Surabaya tidak melupakan seni, tradisi dan budaya yang pernah ada di Kota Pahlawan ini. Sebab, saat ini, kesenian-kesenian tradisional mulai terkikis oleh serbuan budaya asing yang masuk.
Sementara itu, Seniman Ludruk Surabaya Cak Lupus menyambut gembira kegiatan ziarah Makam Cak Durasim tersebut. Sebab, bukan hanya misi spiritual saja yang bisa disampaikan. Tetapi juga semangat nasionalisme dan pelestarian seni dan budaya tradisional. “Ini penting agar generasi kita paham sejarah. Sekaligus juga bisa meneladani tokoh-tokoh penting dan inspitarif seperti Cak Durasim,”tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *