Ia pun menyoroti soal saksi. Seluruh TPS yang berjumlah 5.184 titik Paslon Machfud-Mujiaman harus memiliki saksi. “Tentu sekarang ini saya meyakinkan one by one TPS ada saksinya. Dilatih dan dijelaskan tugasnya, harus militan. Sehingga kita punya saksi dalam dan luar. Ada sistem pengawasan dan komando,” bebernya.
Instruksi AHY ini bukan tanpa alasan. Dirinya menilai, hari pencoblosan ini yang sangat menentukan. Karenanya harus ada pengawalan di TPS. “Kita cegah jangan sampai kita dirugikan, jadi korban kecurangan. Kita tidak ingin sudah bersusah payah, ternyata ada hal lain,” tuturnya.
“Yang rugi masyarakat Surabaya kalau suara mereka kemudian hangus. Tiba-tiba berubah,” imbuhnya.
AHY berharap Pilkada berjalan tanpa ada kecurangan. Sebab, semua memiliki hak untuk dipilih. Tidak terkecuali hak Machfud Arifin-Mujiaman untuk dipilih rakyat. “Sama sama kita hormati dan sama sama kita jaga,” tegasnya.












