“Lah, kendalanya wali murid tentang anggaran atau biaya sekolah siswa yang menjadi polemik. Jadi kami menyarankan biaya mutasi jangan dan merta tanggung jawab Cheng-Ho, tapi Disdik Surabaya juga bertanggung jawab memberikan sekolah yang dituju dengan ada keringanan, ”terang dia.
Terkait ada 10 siswa anak yatim, Mariyam meminta dari Disdik Surabaya agar memprioritaskan mutasi sekolah gratis hingga dua belas tahun wajib belajar.
“10 anak yatim tersebut yang kami prioritaskan dan harus segera direalisasikan oleh Disdik Surabaya,” tukasnya.
Menurut Mariyam, Sisdik Surabaya harus bertanggung jawab mau dak mau seluruh siswa ini harus belajar dua belas tahun.
“Kongkritnya, lepas ada biaya atau tidak ada biaya itu harus dilakukan Disdik Surabaya. Kami mohon dinas harus menjembatani puluhan siswa ini sampai langkah selanjutnya. Jadi, siswa yang mutasi ini mengambil keputusan tentang Disdik Surabaya, ”katanya.
Perwakilan wali murid SDI Cheng-Ho Sapto mengatakan, para wali murid meminta biaya mutasi puluhan siswa ke sekolah lain merupakan tanggungjawab yayasan Cheng-Ho.












