Menurutnya program TPS Upet Sakti ini telah dirintis selama 3 tahun lalu. Terhitung sejak hasil Musdes dari tahun pertama hingga tahun ketiga yakni diawali dengan analisa dampak lingkungan dan persiapan sarana dan prasarana baik dari tempat pembuangan sampah maupun peralatan. Serta sumber daya manusia hingga sampai proses operasi pengelolaan. Bersyukur semua dapat terlaksana dengan baik dan lancar, ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, produk sampah di desa ini mencapai 6 kwital setiap harinya. “Kalau hal ini tidak dapat ditangani tentu akan menjadi beban desa sekaligus menjadi beban pemerintah Kabupaten Tegal pada umumnya. “Mengingat produk sampah didesa ini dengan jumlah penduduk yang tergabung sebanyak 500 peserta masyarakat peduli sampah terdiri dari 18 RT dan 9 RW. Tentu produk sampah semakin bertambah. Kalau hal ini tidak dapat tertangani dengan baik dan tidak dapat dukungan dari masyarakat keberhasilan tidak mudah didapat: ujar Kades Sumingkir
Adanya keberhasilan dalam pengelolaan sampah pihaknya berterimakasih pada masyarakat dan Pemerintahan Kabupaten Tegal yang telah membantu kendaraan motor Tosa guna mengangkut sampah dari tempat sampah penduduk ke tempat pembuangan sampah akhir. “Sebenarnya masih banyak yang perlu ditangani diantaranya terkait tehnis pengelolaan sampah. Untuk sementara ini pengelolaan sampah ditangani oleh 3 orang yang terbagi tiga shif yaitu pagi, siang dan sore hari. Adapun dua diantaranya bertugas mengangkut sampah dari warga dan satu orang sebagai pengolahan. Kegiatan ini terus bergilir setiap harinya” tutur Khasan Ali.












