Politisi asal Partai NasDem ini mengaku sudah banyak menerima laporan dari sejumlah pekerja bahwa masih banyak di pabrik yang beroperasi minim memberlakukan protokol Covid-19.
“Yang banyak terjadi adalah masih minimnya diberlakukan social distancing di lingkungan perusahaan. Berkerumunnya pekerja ini sangat riskan sekali terpapar Covid-19,” jelas Suwandy.
Lebih jauh mantan aktivis buruh asal Mojokerto ini mengungkapkan pihaknya berharap agar ada upaya langsung manajemen perusahaan untuk melakukan rapid test massal untuk pekerja ketika pabrik mulai beroperasi.
“Dan pihak manajemen perusahaan juga harus menanggung biaya pelaksanaan rapid test dan swab mengingat mahalnya biaya tes Covid-19 tersebut,” harap Suwandy.
Di tambahkan pihaknya juga mengingatkan kepada perusahaan-perusahaan di Jatim yang telah merumahkan pekerjanya untuk tidak melakukan perengkrutan karyawan baru sebagai karyawan outsoursing.



