Politisi Partai Gerindra ini menduga, ada tekanan kuat dari pengusaha untuk menormalkan kehidupan ekonomi. “Karena PSBB ini yang terpukul paling parah adalah para pengusaha, apalagi usaha mereka didanai oleh kredit bank,” jelasnya.
Disamping itu, lanjut Sadad, masyarakat juga tidak kalah terpukul dengan adanya PSBB. “Tetapi bangsa kita memiliki “modal sosial” yang sangat berharga dalam bentuk gotong royong,” ujarnya.
New normal, kata Sadad, berhentilah berharap pada Pemerintah. Ini saatnya membangun kemandirian dengan bekal gotong royong. Dalam situasi ketiadaan peran Pemerintah, kemandirian itu dapat dibangun dengan mengupayakan ketahanan pangan.



