“Saat ini kondisi psikologi dari ananda sendiri sudah mulai bangkit, karena juga banyak intervensi bantuan dari berbagai pihak, dan ini modal yang bagus karena ketika dia (klien, red) sakit ini akan nyambung ke bayi,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu Tim Psikolog dari Puspaga Surabaya, Rahmawati Dwi Anggraini menjelaskan, jika dilihat saat ini, kondisi klien sudah lebih kuat dari sebelumnya. Bahkan, interaksi klien dengan orang lain saat ini juga lebih baik.
“Namun sekilas, ananda (Dina, red) memang terlihat tegar, karena yang namanya sedih atau kecewa itu pasti juga ada,” kata Rahmawati.
Apalagi, nantinya klien juga bakal menempati tempat tinggal dan adaptasi lingkungan yang baru. Karena itu dibutuhkan pendampingan yang berkelanjutan untuk memantau kondisi klien di lingkungan yang baru itu.
Oleh sebab itu, Pemkot Surabaya memastikan ke depan agar terus memberikan pendampingan, baik secara psikologi kepada klien maupun kondisi kesehatan sang bayi.
“Kita ndak bisa lepas secepatnya, itu berproses, karena untuk kasus setiap orang itu juga berbeda-beda. Makanya kita akan dampingi terus dan setiap saat akan kita monitor progres perhari atau perminggu, hasilnya akan kita sampaikan ke ibu wali kota,” pungkasnya.(hdi/cn02)












