Ia mengungkapkan, bahwa klien mengaku ke depan ingin bisa berwirausaha sembari menjaga sang buah hati.
Makanya, kemudian Pemkot Surabaya menyiapkan intervensi berupa pemberdayaan ekonomi kepada klien itu.
“Adik Dian ini kan ke depan juga harus mandiri dan kuat secara ekonomi, dia inginnya bisa jualan online, makanya kita siapkan untuk itu,” ujarnya.
Selain pendampingan berupa pemberdayaan ekonomi, pihaknya memastikan juga terus melakukan monitoring kondisi psikologi klien. Tim Psikolog dari Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) Surabaya beserta pihak Puskemas juga terus melakukan pendampingan, pengawalan, dan pemantauan psikologi klien beserta kesehatan sang buah hati.
“Jadi hari ini juga ada penyerahan secara simbolis dari Puskesmas Mojo ke Puskesmas Gunungsari, sehingga pendampingan, pengawalan dan pemantauan kepada klien itu langsung nyambung,” katanya.
Menurutnya, karena saat ini klien sudah mulai pindah tempat tinggal di Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) Gunungsari, makanya kemudian pihak Puskesmas Mojo menyerahkan tugas pendampingan itu kepada jajaran Puskesmas Gunungsari.
Tujuannya, agar pendampingan yang dilakukan pihak puskesmas terus nyambung.












