Berita UtamaCakrawala SurabayaIndeks

Mlaku-mlaku Nang Tunjungan Bakal Diwarnai Penghargaan

×

Mlaku-mlaku Nang Tunjungan Bakal Diwarnai Penghargaan

Sebarkan artikel ini
Jumpa Pers acara mlaku-mlaku nang Tunjungan
Jumpa Pers acara mlaku-mlaku nang Tunjungan

“Selain itu, masih ada lagi 90 group Lomba Gerak dan Lagu, Lomba Musik Patrol, Zumba Competition, dan Lomba Membuat IG Stories,” ungkapnya.

Bahkan untuk semakin mempermudah pengunjung, selain pembayaran tunai, di acara ini juga bisa melakukan pembayaran melalui EDC (electronic data capture). “Tahun ini, target transaksi Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan Spesial mencapai Rp 2 miliar dari tahun 2018 transaksi mencapai Rp 1,5 miliar,” ujar Yudi.

Hingga sekarang, jumlah pelaku usaha Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda terus mengalami peningkatan siginifikan. Di mana sejak dirintis tahun 2010 jumlahnya 89 orang. Kemudian Tahun 2011 (759 orang, Tahun 2012 (861 orang), Tahun 2013 (1.848 orang), Tahun 2014 (2.640 orang), Tahun 2015 (3.320 orang), Tahun 2016 (5.000 orang), Tahun 2017 (8.656 orang), Tahun 2018 (10.680 orang), dan November 2019 (12.464 orang).

Di waktu yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya, Chandra Oratmangon menyampaikan, selain Awarding PE dan PM, ada pula Awarding Kampung Pendidikan Kampung’e Arek Suroboyo (KPKAS) 2019. KP KAS sendiri merupakan program pembinaan kampung dengan masyarakat yang memiliki kesadaran dan kepedulian untuk menjamin tumbuh kembang anak secara komprehensif.

“Kita ketahui bahwa komitmen pemkot yang sangat concern kepada tumbuh kembang dan perlindungan anak-anak Surabaya. Apalagi Surabaya sudah diakui sebagai Kota Layak Anak (KLA) dan sudah mendapat penghargaan sebanyak tujuh kali,” kata Chandra.

Maka dari itu, melalui awarding ini, pihaknya ingin bukan hanya Kota Surabaya yang mendapat predikat KLA, tapi sampai pada tingkat kecamatan dan kelurahan. Kenapa demikian, karena ketika berbicara kampung, berarti ada filosofi kampung di situ, yakni gotong royong, kerjasama dan peduli. Apalagi, selama ini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ingin bahwa warga Surabaya ini peduli dan memiliki sikap gotong royong untuk perlindungan maupun tumbuhkembang anak-anak Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *