surabaya, cakrawalanews.co – Tudingan Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya yang menyebutkan bahwa pengelolaan limbah yang salah oleh Manajamen Mal City of Tomorrow (CITO) sehingga menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar di SDN 1 Dukuh Menanggal Selasa (6/9) lalu, dibantah keras oleh pihak CITO.
Menurut Manajer Marketing CITO Indra Kurniawan, dalam penanganan limbah pihaknya telah melakukan sesuai prosedur diamana limbah yang dihasilkan pihaknya hanyalah limbah padat (sampah).
“Kami tidak pernah menimbun sampah dalam waktu lama. Sebab setiap hari selalu kami buang. Itupun intensitasnya sampai dua kali. Jumlahnya juga sedikit. Tidak sampai satu mobil pickap,”katanya.
Karena itu, pihaknya menampik bahwa telah melakukan kesalahan dalam penganan limbah tersebut.
Namun ia juga tak menampik jika menimbulkan bau yang tidak sedap, kalaupun muncul bau tidak sedap, Indra menduga hal itu terjadi pada saat proses sampah diangkut untuk dibuang.
“ Sehingga bau menyerbar, terbawa angin dan masuk ke ruang kelas SDN Dukuh Menanggal itu “ urainya.
Namun, lanjut Indra hal tersebut sudah pernah dikomunikasikan dengan pihak sekolah. Sehingga muncul ide untuk memberikan bantuan AC kepada sekolah. Tujuannya, ruang kelas dibuat tertutup. Sehingga tidak ada lagi bau tidak sedap yang masuk.
Tetapi, rencana ini batal. Indra mengaku, sekitar tiga bulan lalu, pihak sekolah menolak rencana pemasangan AC tersebut karena alasan tidak jelas.












