Oleh karenanya untuk mengurangi tingkat pengangguran dilakukan melalui tiga strategi yakni memperluas kesempatan dan penyediaan lapangan pekerjaan di pedesaan dan perkotaan. Kedua, meningkatkan kualitas, produktivitas dan kompetensi serta ketrampilantenaga kerja dan meningkatkan iklim investasi dan ketenagaan kerja yang kondusif.
“Melalui layanan Ayo Kerja yang telah masuk Top 25 Inovasi layanan Publik Nasional selain untuk meningkatkan pelayanan kepada pencari kerja dan perusahaa, layanan tersebut diharapkan dapat direplikasi di Dinas Ketenagaan kerjaan Kab/Kota Se jawa Timur,” harap Sukardi.
Dari berbagai upaya strategi tersebut, menurutnya, Jawa Timur dapat menjadi tujuan favorit investasi yang pada akhirnya mendoroing tumbuhnya ekonomi dan menurunkan tingkat pengangguran. Khusus gerakan “Ayo Kerja” yang dicanagkan Presiden RI di Jatim diarahkan menjadi solusi menghadapi MEA 2015.(hms/mnhdi)












