Berita UtamaCakrawala SurabayaIndeks

Ditanya Soal Dugaan Mafia Perijinaan. Risma : Menyakitkan itu Difitnah, Suatu Saat Panjenengan Bisa Merasakan Kalau Difitnah

×

Ditanya Soal Dugaan Mafia Perijinaan. Risma : Menyakitkan itu Difitnah, Suatu Saat Panjenengan Bisa Merasakan Kalau Difitnah

Sebarkan artikel ini
Wali kota Risma saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi dalam sidang paripurna di DPRD Surabaya
Wali kota Risma saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi dalam sidang paripurna di DPRD Surabaya

Di hadapan kalangan dewan, Risma berharap, agar mereka tak percaya fitnah. Pasalnya, menurutnya, proses perizinan yang berlangsung di pemerintah kota beragsung secara on line. Apalagi, dalam proses lelangnya pun juga didampingi oleh aparat penegak hukum.

“Kami punya tim, terdiri dari perguruan tinggi. Bahkan, ada LO dari kejaksaan. Tim itu lengkap. Betapa menyakitkan difitnah,” keluhnya

Risma menyampaikan, bahwa anggota keluarganya sering menjadi sasaran fitnah. Berkali-kali, putranya menjadi korban fitnah, mulai jadi pengguna narkoba, sampai menjadi makelar perizinan.

“Semua proses lelang di OPD didampingi, mulai tenaga ahli sampai jekasaan tinggi,” sebutnya

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menyampaikan, bahwa dirinya mendukung penegakkan hukum bila ada yang melanggar dalam proses lelang.

Namun sebaliknya,  jika hanya fitnah, ia berharap dampaknya kembali kepada pihak yang menyebarkan fitnah. “Fitnah itu menyakitkan. Saya berusaha mengatur kota ini, hingga ada sekolah gratis, kesehatan gratis, kemudian makanan tambahan kepada 35 ribu orang sebulan, pemeriksaan kesehatan untuk lansia gratis, dari asam urat, gula darah hingga kolesterol,” paparnya.

Risma menyatakan, bahwa dalam proses perizinan ada jangka waktunya. Menurutnya, jika ada pihak yang mengatasnamakan dirinya mellaui line telpon, kemudian mempercayainya, betapa menyakitkan.

“Saya berdarah-darah membangun kota ini. Tangan saya sampai putus karena tersungkur. Bahkan saya juga pernah diturunkan di sini (gedung DPRD). Saya pikir kenapa takut, karena jabatan bukan saya bawa. Nyawa saya besok, nanti sore bahkan satu jam lagi bahkan satu menit lagi,” katanya.

Walikota yang berkali-kali meraih penghargaan nasional dan internasional ini  kembali menegaskan tak takut kehilangan jabatan. Ia mengaku, bila ingin kaya, itu bisa dilakukan pada dari dulu. Pasalnya, dulu saat orde baru, dirinya pernah menduduki di jabatan strategis yang menangani proyek APBN, APBd dan PDAM, hingga pinjaman. “Semua saya tangani. Tapi itu (kaya) tak terjadi,” ucapnya.

Ia mengatakan, dalam setiap menjalankan aktifitasnya tak semuanya menggunakan dana APBD. Ketika melakukan perjalanan dinas ke luar negeri, dirinya lebih banyak dibiayai oleh lembaga yang mengundangnya. Jika tidak, dirinya lebih memilih untuk tak akan pergi. “Menyakitkan itu difitnah, suatu saat panjenengan (anda) bisa merasakan kalau difitnah,” katanya kepada Imam Syafii.

Ketua Fraksi Partai Golkar Arif Fatoni menyampaikan pandangannya. Saat itu, ia mengatakan bahwa selama sembilan tahun Risma menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, masyarakat sangat mengapresiasi kinerjanya. Bahkan, ia mengatakan akan tercatat dalam tinta emas sejarah bagi Kota Surabaya. Namun begitu, karena tahun depan akan memasuki Pilwali, dia berharap komitmen Risma untuk menjaga APBD supaya tidak digunakan atau tidak menjadi jembatan bagi pertarungan kontestasi itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *