Untuk itu, Rachma mengatakan hal yang harus dilakukan adalah jalin komunikasi dengan anak sejak dini. Karena, menurut Rachma ketika dari kecil anak mulai merasa nyaman terhadap orang tua, maka sampai dewasa anak akan merasa nyaman dan aman saat bercerita kepada orang tua.
“Tapi ketika dari kecil si anak bercerita kepada orang tua dan orang tua mengabaikannya, maka si anak akan enggan bercerita dengan orang tua. Sehingga, ia akan menemukan orang lain dan bercerita ke orang lain. Yang dikhawatirkan adalah menemukan orang yang salah. Hal ini kemudian yang menjadi permasalahannya,” katanya.
Terkait hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Tegal Bambang Purnomo selama menangani kasus tentang kenakalan remaja banyak dilatarbelakangi oleh keluarga yang broken home atau keluarga tidak harmonis. Dari keluarga yang tidak harmonis ini, dapat membawa dampak mental dan psikologis terhadap anak.
“Seperti kasus di Cerih kemarin, korban berasal dari keluarga yang broken home. Bahkan jarak rumah korban dan pelaku tidak jauh dari mushola,” terang Bambang.












