Dalam program Nawa Tirta yang ditawarkan tersebut, lanjutnya, salah satunya terkait pentingnya kepekaan sosial, solidaritas, dan menjaga tenggang rasa sesama manusia.
Ibu dua putra ini ingin persoalan kepekaan sosial menjadi hal yang penting untuk dimiliki banyak orang.
“Eker iku elek, akur iku apik (bertengkar iku buruk, damai itu indah, red). Jadi kita semua semoga tidak mudah eker-ekeran. Baper boleh tapi mangkel tidak boleh. Kita mungkin gampang ngerasani orang kalau lagi mangkel. Tapi setelahnya harus evaluasi diri. Bahwa ternyata sikap mudah marah itu tidak baik. Kita harus lihat situasi orang lain ketika kita tak sengaja berselisih paham,” jelasnya.
Selain itu, menurutnya seorang pemimpin tak boleh abai pada masalah sekecil apapun. Karena masalah besar itu sejatinya berawal dari masalah kecil.
“Pemimpin harus bisa merangkul seluruh elemen masyarakat. Pemimpin jangan sampai seperti air mancur, menyirami yang jauh, tapi justru yang di dekatnya kering karena tidak kena siram,” tukas perempuan kelahiran 35 tahun silam itu.



