Firdaus menjelaskan, Pemkab Pamekasan tergolong salah satu kabupaten yang rawan terjadi bencana alam, berupa banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan bencana kebakaran. Saat kemarau, desa-desa di kabupaten ini juga banyak yang mengalami kekeringan.
Pada musim kemarau ini saja, terdata sebanyak 80 desa di Pamekasan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. Sehingga dipandang perlu untuk membentuk kampung siaga bencana dan desa tangguh bencana.
“Makanya program penanggulangan bencana terintegrasi ini diharapkan bisa menjadi solusi apabila terjadi bencana,” kata Firdaus.
Sementara Kepala Dinas Sosial Pemkab Pamekasan Syaiful Anam menyatakan, melalui program terintegrasi ini, maka pihaknya bisa menentukan dan memprioritaskan bantuan sosial yang akan disalurkan pemkab kepada masyarakat.












