Sebanyak 34 desa di wilker Bakorwil III, lanjut Benny, telah memperoleh upgrading pengetahuan terkait tsunami, yaitu 15 Desa di Kab. Blitar serta 19 desa di Kab. Malang, dengan pelaksanaan dimulai tanggal 16 – 19 Juli. Bidan desa, kader posyandu, ibu hamil, nelayaan, dan pedagang ikan menjadi bagian masyarakat yang menjadi target kegiatan ekspedisi tsunami ini.
Ditambahkan, hasil lain dari kegiatan ini, seperti penambahan beberapa fasilitas terkait ketsunamian, seperti pemasangan dua peta jalur evakuasi di Tambak Rejo Kab. Blitar.
Kesiapan Kurangi Korban
Dalam sambutan penerimaan pataka, Kabakorwil I Gatot Gunarso, mengharapkan seluruh komponen di desa, baik aparatur maupun masyarakat desa untuk sungguh-sungguh mengikuti berbagai kegiatan ketsunamian yang diselenggarakan oleh tim espedisi tsunami ini.
“Kita tidak mengharapkan adanya bencana, termasuk tsunami. Pengetahuan dan kelebihsiapan kita menangani bencana, yang bisa terjadi sewaktu-waktu, menjadikan dapat berkurangnya korban, baik jiwa maupun harta benda” ujarnya dalam upacara yang antara lain dihadiri para pimpinan BPBD Prov. Jatim, Kab Blitar, Kab Tulungagung, serta anggota forum pimpinan kecamatan di Kec. Rejotangan, Tulungagung baik camat, kapolsek, maupun danramil.












