Ia mengatakan, penutupan dilakukan karena sejak Senin (15/7) hingga Selasa (16/7) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa angin kencang dan gelombang tinggi yang menyerang perairan NTT mencapai 3,5 meter.
Burhan mengatakan pihaknya tak ingin mengambil resiko sehingga penutupan sementara rute pelayaran itu dilakukan sampai saat cuaca sudah membaik.
“Kami tak ingin mengambil risiko. Takutnya terjadi hal-hal yang tak kami inginkan,” kata Burhan Zahim.
Sementara itu pihak BMKG melaporkan tinggi gelombang 1,25-2,50 meter berpeluang terjadi di Selat Wetar, Selat Sape bagian selatan.












