Pacu Kuda ini juga salah satu cara orang Minang untuk memanfaatkan segala lini kehidupan untuk membangun peradaban.
“Tidak hanya pertanian saja namun memanfaatkan segala lini maka beternak kuda juga menjadi bagian tak terpisahkan yang juga dijadikan sebagai alat transportasi,” kata pengarang edisi pertama buku Budaya Alam Minangkabau ini.
Kini pacu kuda yang sudah diakomodir menjadi agenda rutin pemerintah daerah di Sumbar ini adalah produk asli Minang.
“Jadi bukan dari Eropa karena budaya berkuda adalah budaya yang tumbuh berkembang yang sangat lama di Minang terutama faktor kuatnya agama Islam dimana berkuda adalah salah satu anjuran Sunah Rasulullah,” katanya.












