Ia mengatakan perhelatan pacu kuda sendiri berbeda dengan alek nagari lainnya, alek nagari biasanya hanya salingka nagari dalam satu wilayah adat terkecil tapi alek pacu kuda melibatkan seluruh dari nagari.
“Jika diadakan di Luak Limapuluh maka masyarakat Minang dari Luak Tanah Datar dan Agam berdatangan ke Luak Limapuluh sehingga terjadi interaksi silaturrahmi antar masyarakat pada tingkat Luak,” ujarnya.
Dulu Pacu Kuda diadakan sekali dalam setahun setelah musim panen yang dilakukan secara serentak.
“Selain silaturrahmi inilah momennya masyarakat setelah panen menggelar perhelatan Pacu Kuda untuk menikmati hasil panen itu dan sebagai wujud rasa syukur,” jelas Budayawan yang tinggal di Payakumbuh tersebut.












