“Jadi, hasilnya (pemberian alsintan kepada petani) sudah ada. Manfaatnya sudah dirasakan petani,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel Syamsir Rahman mengakui, memang telah terjadi pencurian alat simulator pada ekskavator di Jejangkit Muara.
“Alat itu selama ini tidak dijaga. Jadi, maling dengan leluasa bisa mengambilnya. Tapi kini alat tersebut sudah dijaga,” akunya.
Jika ekskavator mangkrak atau tidak bisa dioperasikan, maka kegiatan fisik optimasi lahan rawa terganggu. Sehingga target yang dipatok pun tidak dapat dicapai tepat waktu.
Syamsir menyebutkan, target Kalsel sekitar 257.300 ha. Dari jumlah itu, yang sudah ada calon lahan (CL) seluas 160.481 ha.
Sementara itu, yang sudah melewati Survei Investigasi Desain (SID) seluas 35.282 ha dan yang sudah selesai pengerjaan fisik seluas 8.641 ha.
“Kami terus menggenjot capaian luas areal. Dengan adanya pendamping dari pihak TNI, kami harapkan petani lebih semangat lagi,” ujarnya.












