“Saya pagi ini akan turun ke lokasi gempa untuk melihat seberapa besar dampak yang ditimbulkan,” kata Bastian, Senin (25/3/2019).
Menurut informasi, ada warga yang mengungsi, tetapi mereka hanya membuat tenda darurat di depan atau halaman rumahnya. Tidak ada warga yang mengungsi ramai-ramai ke satu tempat yang aman.
“Mereka hanya membangun tenda darurat saja karena khawatir dan trauma dengan gempa yang terjadi pada saat banyak masyarakat sedang melaksanakan ibadah, terutama umat kristiani,” katanya.
Apalagi, di Kecamatan Pamona Utara merupakan wilayah yang banyak warga kristiani dan juga umat Hindu. Saat gempa, kebanyakan mereka berhamburan keluar rumah guna menghindari bangunan runtuh.



