“Sehingga kita tahu, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai di lokasi kejadian dan bencananya sudah tertangani atau belum,” jelas pria yang juga menjabat Kabag Humas Pemkot Surabaya ini.
Tidak hanya itu, melalui aplikasi Siaga 112 ini, nantinya pemkot juga akan menghubungkannya dengan Surabaya Intelligent Transport System (SITS). Ketika BPBD bergerak menuju lokasi bencana, pergerakan itu akan terbaca lewat GPS.
Nah, tugas SITS adalah mempercepat laju BPBD. Caranya, setiap tim BPBD (misalnya mobil PMK) mendekati traffic light, maka secara jarak jauh (online), SITS akan menyetting agar lampu selalu menyala hijau.
“Tujuannya agar tim BPBD itu terhindar kemacetan di traffic light sehingga bias tiba di lokasi bencana dengan cepat,” katanya.
Kapan direalisasikan? Fikser belum bisa memastikan. Menurutnya, sekarang pihaknya sedang dalam tahap finishing untuk mengoneksikan Siaga 112 dengan SITS. Selain itu, nantinya juga diperlukan uji coba agar dalam pelaksanaan di lapangan tidak ada lagi hambatan. (mnhdi/cn02)



