Pria yang juga menjabat sebagai kabaghumas Pemkot Surabaya ini menjelaskan bahwa secara teknisnya, handphone yang dimiliki seluruh personel BPBD (Linmas, Satpol PP, Dinas Kesehatan, PMK, Dishub) akan diinstall aplikasi Siaga 112 ini.
Dimana lanjut Fikser, Ketika ada telepon ke call center 112 yang melaporkan adanya bencana (misalnya kebakaran), maka operator 112 akan segera ‘lock location’. Dari lock location ini, seluruh handphone personel BPBD akan berbunyi melalui aplikasi Siaga 112.
Dari alert (bunyi) itu, begitu handphone dibuka sudah terpampang lokasi bencana dan bencana apa yang terjadi.
“Begitu ada alert, petugas BPBD harus respons bergerak menuju lokasi bencana itu,” terang Fikser.
Lalu bagaimana cara mengetahui penanganan secara real time? Menurut Fikser, melalui aplikasi itu, personel BPBD bisa diibaratkan driver online. Begitu alert berbunyi dan mereka berangkat, semua personel BPBD harus menekan tombol “START”. Ketika sampai di lokasi, juga menekan tombol “FINISH”.



