Akibat insiden tersebut, pelayanan di IGD RSUD dr M Soewandhie sempat terganggu. Beberapa pasien yang membawa anak-anak tampak ketakutan dan memilih membawa anaknya menjauh.
Oleh karenanya, Febria menegaskan, pihaknya akan membawa hal ini ke ranah hukum. “Kami ada bukti CCTV secara utuh,” ujarnya.
Menurut Febria, petugas di RSUD dr M Soewandhie selalu memberikan pelayanan terbaik sesuai SOP. Pasien maupun keluarganya tidak seharusnya melakukan perbuatan yang mengganggu kenyamanan publik, apalagi ini di rumah sakit, serta ada indikasi kekerasan terhadap petugas.
Dia melanjutkan, pihaknya telah menyediakan sejumlah sarana untuk menyampaikan segala bentuk ketidakpuasan atas pelayanan rumah sakit. Mulai dari SMS, email hingga personal yang dapat dihubungi.
Pengumuman tersebut tertera di banner-banner yang ada di beberapa sudut rumah sakit. Di samping itu, masyarakat juga dapat mengadu ke akun media sosial sapawarga. Laporan tersebut bahkan akan masuk kepada Wali Kota Surabaya, jika tak kunjung ditindaklanjuti oleh dinas terkait.
“Buktinya, keluarga pasien yang lain tidak melakukan tindakan serupa. Artinya, pelayanan kami sudah sesuai prosedur dan semua terlayani dengan baik. Semoga, ini bisa menjadi edukasi bagi semua pihak,” kata Febria yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya ini.












