Namun, perawat gagal menemukan keluarga pasien.
Pada pukul 19.15, W, menantu Surati, bersama istrinya, datang ke rumah sakit. Perawat mencoba mengingatkan dengan sopan agar keluarga tidak meninggalkan pasien sendirian, sekaligus ingin memberikan penjelasan perihal teknis rujukan ke RSUD Dr. Soetomo.
Awalnya, W bersikukuh menyatakan bahwa dirinya tidak meninggalkan rumah sakit. Namun, keterangan W berubah dan mengakui bahwa dia sedang mengisi ulang daya ponselnya ketika sedang dicari petugas.
Besar kemungkinan pengisian daya ponsel dilakukan di luar rumah sakit, sebab di dalam rumah sakit tidak tersedia titik pengisian daya.
Pada pukul 19.30, tiba-tiba W tidak bisa mengendalikan emosinya. Pria berkumis tersebut berteriak-teriak memaki perawat dengan kata-kata yang tidak pantas.
Dia juga mencatut nama salah satu anggota DPRD Kota Surabaya. Perawat mencoba meredam emosi W dengan memberikan penjelasan secara sopan.
Bukannya mereda, emosi W malah menjadi-jadi. W sempat hendak memukul perawat tersebut. Beruntung aksi tersebut dapat dilerai oleh petugas keamanan di tempat. Namun saat proses peleraian, sikut W sempat mengenai wajah ketua tim perawat yang coba melerai.












