Namun, Kadinkes meminta PSN lebih digalakkan lagi secara massal dan terjadwal, terutama di daerah endemis demam berdarah.
Selain itu, ia juga mengatakan pembersihan berbagai sarana yang bisa menampung air disertai dengan digosok. Jika hal itu rutin dilakukan, misalnya satu pekan sekali, telur nyamuk bisa bersih sehingga tidak sempat berkembang menjadi nyamuk dewasa.
Kohar juga menambahkan, sejumlah warga dilaporkan ada yang menolak kunjungan tim pemantau jentik dengan alasan akan membersihkan diri.
Jika hal itu dilakukan bisa bermanfaat, namun jika tidak dilakukan bisa menjadi media berkembang biak nyamuk pembawa virus demam berdarah, yakni nyamuk Aedes Aegypti.
“Menurut laporan ada yang menolak ketika ada petugas. Warga cepat beralasan sudah dibersihkan bahkan ada yang pintu rumahnya ditutup. Monitoring itu harus dilakukan, dari aparatur ke rumah penduduk apa masih ada jentik nyamuk di rumahnya, karena yang membawa virus itu nyamuk,” kata dia.












