Kadinkes juga menganjurkan agar masyarakat mengonsumsi berbagai makanan yang mengandung gizi tinggi, sehingga daya tahan tubuhnya juga lebih kuat terhadap berbagai serangan penyakit.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Adi Laksono menambahkan, jumlah kasus yang ditemukan di kabupaten ini memang cukup tinggi dan pemkab masih mengkaji apakah kasus itu sudah bisa dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Namun, ia menegaskan pemkab tetap berupaya menggerakkan masyarakat agar intensif melakukan berbagai langkah mengantisipasi berkembang biaknya nyamuk demam berdarah.
Di Kabupaten Kediri masih terdapat sejumlah daerah yang berwarna merah, artinya masih ditemukan jentik nyamuk di rumah warga. Sejumlah daerah itu misalnya Kecamatan Ngadiluwih, Kras, dan Tarokan.
“Yang penting bukan KLB tapi ‘action’, gerakan masif sehingga diharapkan kasus turun. Kalau dibandingkan Januari 2016, masih rendah. Sementara pada Januari 2016 itu ada 480 kasus, ini Januari-Februari 2019 sebanyak 416 kasus,” kata Adi.
Ia juga menegaskan, jumlah temuan dari Kabupaten Kediri relatif tinggi sebab saat ini pelaporan juga lebih cepat. Pihak rumah sakit langsung dengan sigap melapor jika ada temuan penyakit demam berdarah, baik ke dinas kesehatan di kabupaten maupun provinsi lewat jajaring sosial “whatsapp”. (ant/rur)



