“Anggaran sudah ada dan mekanisme sudah ada. sejak awal mengarahkan ke dinas kesehatan dan artinya pencegahan diutamakan. Semua rumah sakit di Jatim menindaklanjuiti di masyarakat. Jangan sampai mereka masuk di rumah sakit ketersediaan obat dan lainya tidaka ada,” tambahnya.
Seperti diketahui, data dari Dinkes Jatim, jumlah penderita DBD sampai dengan Januari 2019 mencapai 1634 kasus. Jumlah itu meningkat 47 persen dibandingkan tahun 2018 yang hanya 1114 kasus. Sementara itu, data dari Kemenkes menyebutkan, jumlah penderita DBD di Jatim sudah tembus 2 ribu orang. (wan/jn)



