Tak hanya itu, alimin politisi asal Tulungagung tersebut juga mendesak rumah sakit juga menyediakan ruangan khusus bagi penderita DBD mengingat jenis penyakit tersebut penyakit menular.
Senada Anggota Komisi E DPRD Jatim lainnya, Agus Dono Wibawanto meminta kepada Dinkes Jatim untuk segera memberikan penyuluhan ke masyarakat dengan memperbanyak jumlah relawan Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Mereka harus pro aktif memaparkan cara penanggulangan DBD. Mulai dari tingkat kecamatan, desa hingga lingkungan rumah tanggah dan sekolah. “Ini pola penanggulangan yang harus disosialisasikan. Bagaiamana mengurangi genangan dan membasmi jentik-jentik nyamuk penyebab DBD,” ujarnya.
Pemprov Jatim juga harus memginturksikan semua rumah sakit di Jatim memberikan pelayanan maksimal. Pasalnya, dari data yang diterima DPRD Jatim, jumlah penderita DBD meningkat drastis.












