Tahun ini, kriteria Adipura Kencana sangat ketat penilaiannya, yang paling utama adalah pengelolaan sampah dan good environtmental governance serta keberlanjutannya.
“Untuk itu, anugerah ini hanya diberikan kepada satu kota penerima Adipura Kencana, yaitu Kota Surabaya. Kota ini sudah mendapat rekognisi dari UNEP (United Nations Environment Programme), termasuk inovasi berupa tiket bus dengan menggunakan botol plastik, dan di dunia ini baru ada di Surabaya, Beijing, dan Turki,” tegasnya.
Penghargaan kedua yang diterima oleh Surabaya adalah Kinerja Pengurangan Sampah 2018. Anugerah ini merupakan penghargaan yang baru diberikan tahun 2018 ini dan Menteri Siti Nurbaya berkomitmen untuk mengembangkannya di tahun-tahun berikutnya.Bagi dia, penghargaan ini diberikan kepada kota-kota yang mempunyai inovasi penting dalam pengurangan sampah, terutama melalui implementasi pembatasan kantong plastik sekali pakai serta meningkatkan daur ulang plastik melalui TPS 3R dan bank sampah.
“Inovasi dari kota yang membatasi penggunaan kantong plastik ini mendapatkan penghargaan inovasi pengurangan sampah. Saat ini, 11 kota mendapatkan Penghargaan Kinerja Pengurangan Sampah 2018, termasuk Surabaya,” ujarnya.












