Nanis menyadari, kesuksesan itu bukan tanpa alasan. Sederet inovasi kerap dilakukan demi menunjukkan Surabaya sebagai kota ramah investor.
Hal itu juga demi turut merealisasikan misi yang dibawa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Yakni, mewujudkan Surabaya sebagai pusat penghubung perdagangan dan jasa antarpulau dan internasional.
Selain itu, Surabaya memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik dan daya saing usaha-usaha ekonomi lokal, inovasi produk dan jasa, serta pengembangan industri kreatif.
DPM-PTSP juga kerap melakukan diskusi dengan banyak pihak, terutama investor dalam dan luar negeri.
“Kami mengundang para investor, lalu memaparkan potensi apa saja yang ada di Surabaya. Selain itu, faktor pendukung seperti infrastruktur, keamanan, dan perizinan yang menjanjikan membuat investasi mereka terus berkembang,” ujarnya.
Pernyataan tersebut senada dengan Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) DPD Jawa Timur Tjahjono Haryono.












