Berita UtamaCakrawala Nasional

Dampak Berkurangnya Ketinggian Gunung Anak Krakatau

×

Dampak Berkurangnya Ketinggian Gunung Anak Krakatau

Sebarkan artikel ini
Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Berdasar hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental hingga Jumat (28/12/18), tingkat aktivitas GAK berada di level III (Siaga).

Sehubungan dengan status Level III (Siaga) tersebut, PVMBG menghimbau masyarakat untuk berada di radius 5 kilometer dari kawah dan selalu menggunakan masker untuk mengantisipasi jika terjadi hujan abu.

“Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang serta jangan mempercayai isu tentang erupsi GAK yang akan menyebabkan tsunami. (Masyarakat) dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan terus mengikuti arahan BPBD setempat,” tutup PVMBG.

Gunung Anak Krakatau terletak di Selat Sunda dan merupakan gunung api strato tipe A. GAK merupakan gunung api muda yang muncul dalam kaldera pasca erupsi paroksimal tahun 1883 dari Kompleks Vulkanik Krakatau.

Aktivitas erupsi pasca pembentukan dimulai sejak 1927, pada saat tubuh GAK masih ada di bawah permukaan laut.

Kemudian, tubuh GAK baru muncul ke permukaan laut sekitar tahun 1929.

Sejak saat itu hingga kini, GAK berada dalam fase konstruksi atau membangun tubuhnya agar menjadi besar dan tumbuh.

Karakter letusan GAK adalah erupsi magmatik yang berupa erupsi eksplosif lemah (strombolian) dan erupsi efusif berupa aliran lava.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *