Berita UtamaCakrawala Nasional

Dampak Berkurangnya Ketinggian Gunung Anak Krakatau

×

Dampak Berkurangnya Ketinggian Gunung Anak Krakatau

Sebarkan artikel ini
Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Menurut pengamatan PVMBG, saat ini GAK mengeluarkan letusan impulsif. Artinya, sesaat setelah GAK meletus tidak nampak asap keluar dari kawah.

Pengamatan sebelumnya pada Kamis (27/12/18) sekitar pukul 23.00 terjadi letusan dengan onset tajam dan tampak letusan Surtseyan di sekitar permukaan air laut.

Letusan Surtseyan terjadi karena magma yang keluar dari kawah GAK bersentuhan dengan air laut dan strombolian (semburan lava pijar dari magma yang dangkal).

Potensi Bencana Erupsi Gunung Anak Krakatau

Melihat kondisi saat ini, PVMBG memperkirakan kondisi yang paling memungkinkan adalah munculnya letusan-letusan Surtseyan.

“Letusan jenis ini terjadi di permukaan air laut. Meski bisa banyak menghasilkan abu, (hal ini) tidak akan menjadi pemicu tsunami,” ungkap PVMBG.

Sementara itu, potensi bahaya lontaran material lava pijar tetap ada.

“Dengan jumlah volume yang tersisa tidak terlalu besar, maka potensi terjadi tsunami relatif kecil. Kecuali ada reaktivasi struktur patahan atau sesar di Selat Sunda,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *