Menurut data dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang disebutkan Jonan, aktivitas Gunung Anak Krakatau memang meningkat, tapi pada saat getaran tinggi terjadi juga tidak bereaksi terhadap pasang surut air laut.
Ia mengatakan perlu ada kajian lebih lanjut dari para ahli untuk meneliti kejadian yang sebenarnya agar fenomena alam tersebut bisa diketahui penyebabnya yang pasti.
“Ini baru pertama kali terjadi, di mana ada tsunami, tetapi tidak didahului gempa sehingga perlu ada kajian lebih lanjut, ” kata Jonan.












