Namun meski tak menutup kemungkinan bakal merugi dalam operasionalnya, Pemerintah Kota Surabaya tetap akan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengelola Suroboyo Bus secara profesional. Karena Irvan yakin, jika akan tetap ada pemasukan untuk Suroboyo Bus seperti misalnya dari reklame atau dana corporate social responsibilty.
“Sekarang saja, sudah ada dua bus sumbangan dari CSR. Sehingga total ada 10 bus,” ujar Irvan kepada wartawan. Menurutnya pula, Suroboyo Bus ini sebenarnya bagian dari rencana besar Pemerintah Kota Surabaya untuk menyediakan angkutan massal.
Seperti diketahui, Pemkot sudah menandatangani kerjasama dengan pemerintah pusat untuk pembangunan trem dan Light Rail Transit (LRT). Nah Suroboyo Bus ini akan dijadikan trunk atau semacam feeder dengan kapasitas penumpang lebih besar.












