“Setelah kegiatan ini selesai, diharapkan ada peningkatan pemahaman dan kesadaran yang diikuti perubahan perilaku masyarakat yang bermanfaat bagi lingkungan. Terus tingkatkan jumlah reduksi sampah di masyarakat. Mari kita bersatu dan bertekad kendalikan sampah plastik bersama-sama,” ajak sekda yang mewakili wali kota.
Kepala DLH Budi Krisyanto menegaskan, festival ini diadakan sebagai media komunikasi, edukasi, kampanye/sosialisasi dan transformasi pengetahuan dalam pengelolaan lingkungan. Selain itu juga sebagai wahana untuk menyosialisasikan tema peringatan Hari Lingkungan Hidup pada seluruh elemen masyarakat, meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup, mendorong masyarakat memaksimalkan sampah melalui 3R (reduce, reuse, recycle) menjadi produk bernilai ekonomis.
“Menambah nilai moral dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup dan media bagi pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan lingkungan hidup di Kota Probolinggo. Kami juga akan membuat kebijakan pengurangan sampah plastik dengan melibatkan semua elemen masyarakat,” tegas BK, begitu ia biasa disapa.













