Jumlah itu tidak seimbang dengan tingginya kebutuhan akan daging sapi. Apalagi permintaan tingkat nasional akan kebutuhan daging yang jumlahnya jutaan ton. “Provinsi DKI Jakarta yang butuh banyak yaitu 30 persen kebutuhan daging yang harus dipenuhi Jatim,” ujar Suhartono yang juga merupakan pengusaha telur asin tersebut.
Untuk mencukupi kebutuhan qurban dan antisipasi kelangkaan di Jatim, pemerintah pusat impor 1900 ekor sapi. Impor tersebut dari Negara Meksiko, Australia, dan Amerika Serikat. “Pas kita mendatangi Kemeterian Pertanian, di berbagai daerah tidak ada penampungan. Maka di Jatim jadi penampungan stok,” paparnya. (jat.nr/wan/pca)












