Suhartono menduga masih adanya pemotongan sapi betina karena ada penyembelihan secara sembunyi- sembunyi. Bahkan terkadang- kadang terjadi kucing-kucingan antara pemotong, penjual daging di pasaran dengan pihak keamanan. “Disinyalir ada penyembelihan di luar RPH (Rumah Pemotongan Hewan), karena harganya lebih murah. Masyarakat tidak melihat betina atau jantan, yang penting murah,” ungkapnya.
Suhartono yang juga politisi asal Fraksi PKS ini menegaskan, memang sangat dilema untuk persoalan sapi betina. Sapi betina produktif harus dijaga stoknya. Disisi lain masyarakat terkadang butuh uang, sehingga tak peduli jantang atau betina dijual.
Begitu juga halnya pembeli tidak melihat jantan atau betina, karena butuh daging. Apalagi harga sapi betina lebih murah, dan penjualnya tidak tau aturan.Politisi asal Dapil 8 ini, itu menyebut bahwa stok sapi di Jatim tahun 2016 mencapai 4 juta ekor.












