Cakrawala SurabayaHeadline

Hebat, Dosen Keperawatan Unair perkenalkan Upaya Promotif & Preventif Kesehatan Jiwa di Rumania.

×

Hebat, Dosen Keperawatan Unair perkenalkan Upaya Promotif & Preventif Kesehatan Jiwa di Rumania.

Sebarkan artikel ini

Upaya selanjutnya adalah membangun komitmen bersama dari semua profesi, bahwa gangguan jiwa adalah tanggung jawab bersama oleh semua profesi, lintas sektor, lintas departemen, dan lintas media. Satu kebijakan utama adalah Stop mengatakan Orang Gila. Menurut undang undang kesehatan jiwa tahun 2014 yang ada adalah istila ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) dan ODMK (orang dengan masalah kesehatan psikososial), sehingga sebaiknya jangan menyebut pasien sebagai orang gila.

Kebijakan diatas harus disusun, dikoordinasikan dan dilaksanakan dengan rapi mulai dari penanggung jawab program seperti, direktorat Pelayanan Kesehatan Jiwa, Dinas Kesehatan, Pemerintah Propinsi sampai Kabupaten Kota. Pelaksana oleh semua profesi dan pelaksanaan monitoring evaluasi dari terlaksananya kegiatan.

Direktorat Pelayanan Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan telah menuangkan berbagai kegiatan Promotif dan preventif bagi kesehatan jiwa yang mencakup seluruh siklus kehidupan manusia, terintegrasi pada seluruh tingkat pelayanan kesehatan melalu lintas program dan lintas sektoral yang dikenal dengan program 1000 hari pertama kehidupan.

Proses terjadinya gangguan jiwa dapat dipandang dari model; psikoanalisa, interpersonal, sosial, eksistensial, supportif, komunikasi, perilaku, model medik dan model adaptasi. Ilmu keperawatan jiwa, lebih sering memandang gangguan jiwa sebagai model adaptasi. Penyimpangan perilaku terjadi karena adanya kegagalan adaptasi terhadap stress yang dialami.

Intervensi keperawatan dapat dilakukan dengan membantu pasien menilai stressor secara akurat, memperkuat sumber koping berupa melatih kebiasaan personal yang baik, membangun keyakinan positif dan memberikan dukungan sosial.

Intinya berikan kesempatan pada setiap manusia untuk dapat mencapai prestasi kerja optimal, setiap anak sekolah dapat mencapai prestasi belajar seoptimal tanpa adanya hambatan dari berbagai pihak. Upaya kesehatan jiwa harus dimulai sejak sebelum menikah, kesiapan ibu hamil dan melahirkan, memfasilitasi 1000 hari pertama kehidupan sampai lanjut usia.

Upaya kuratif dilakukan di Rumah Sakit Jiwa, Promotif dan Preventif dilakukan pada Keluarga, Kelompok dan Masyarakat dengan menyelenggarakan Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ), membentuk kader kesehatan jiwa, usaha kesehatan jiwa di sekolah dan mendukung self help group untuk mencegah terjadinya gangguan jiwa. Secara keseluruhan, kegiatan ini diselenggarakan dengan konsep CMHN (Community Mental Health Nursing). Upaya ini sesuai dengan kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *