Cakrawala Pendidikan

Pulau Jawa Rawan Krisis Air, Pakar ITS Ingatkan Konsekuensi Pengembangan AI

×

Pulau Jawa Rawan Krisis Air, Pakar ITS Ingatkan Konsekuensi Pengembangan AI

Sebarkan artikel ini
Pakar lingkungan ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD menjelaskan mengenai neraca air terkait rencana pembangunan data center untuk AI di Indonesia.
Pakar lingkungan ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD menjelaskan mengenai neraca air terkait rencana pembangunan data center untuk AI di Indonesia.

Joni juga menyoroti potensi peningkatan emisi karbon akibat besarnya konsumsi listrik yang dibutuhkan fasilitas tersebut.

Menurutnya, kajian dampak lingkungan harus menghitung keseluruhan emisi, baik yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung.

Artinya, sumber emisi tidak hanya berasal dari aktivitas di dalam fasilitas data center, tetapi juga dari pembangkit listrik yang memasok kebutuhan energinya.

“Termasuk emisi dari pembangkitan listrik yang memasok fasilitas tersebut serta aktivitas pendukung operasionalnya,” imbuh Rektor ITS periode 2015-2019 tersebut.

Karena itu, Joni meminta rencana pembangunan data center AI tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan percepatan transformasi digital.

Pemerintah perlu memastikan bahwa kebutuhan sumber daya untuk menopang infrastruktur tersebut tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya kajian komprehensif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebelum pembangunan data center dilanjutkan.

Kelayakan ekonomi, menurutnya, harus berjalan seimbang dengan kemampuan lingkungan dalam menopang kebutuhan operasionalnya.

“Jangan sampai kita tersandera oleh kebijakan sendiri hingga mengorbankan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *