Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti Rapat Koordinasi Wilayah yang berisi konsolidasi pra-Muktamar Pemuda Muhammadiyah bersama Sekretaris Jenderal PP Pemuda Muhammadiyah, Najih Prasetiyo, S.H.I., M.H. yang juga merupakan komisaris Injourney Aviation. Konsolidasi ini dimaknai sebagai upaya memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, dan mempertemukan gagasan agar dinamika organisasi tetap berada dalam koridor nilai dan tujuan perjuangan Muhammadiyah. Sebagai wilayah dengan basis kader yang besar, Jawa Timur dinilai memiliki posisi strategis untuk memastikan proses menuju Muktamar berjalan matang, konstruktif, dan bermartabat.
Selain untuk penguatan kapasitas, PWPM Institute 2026 juga menjadi pijakan pengembangan database aset PDPM se-Jawa Timur. Database ini dirancang untuk memetakan potensi kader, kompetensi, profesi, jejaring kelembagaan, dan program unggulan di masing-masing daerah.
Dengan pemetaan tersebut, Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur diharapkan dapat mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi sekaligus menemukan peluang kolaborasi antar daerah maupun dengan pihak di luar organisasi. Data aset organisasi tidak sekadar menjadi pendataan administratif, tetapi fondasi ekosistem kolaborasi di bidang sosial, pendidikan, ekonomi, kepemudaan, kebijakan publik, dan pengembangan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PWPM Jawa Timur menargetkan lahirnya kader yang berwawasan keislaman, memperkuat Landasan Ideologis Gerakan Muhammadiyah, dan spirit kebangsaan, serta adaptif, kritis, kreatif, dan kolaboratif dalam mengadvokasi kebijakan yang berbasis data dan berdampak bagi masyarakat.



