Kini, pembongkaran menjadi bagian dari persiapan pekerjaan fisik.
Area di atas saluran harus dikosongkan supaya pemasangan U-ditch tidak terhalang bangunan.
“Karena U-ditch harus dipasang, maka otomatis bangunan yang di atasnya harus dibongkar seluruhnya,” jelas dia.
Di sisi lain, Pemkot Surabaya berupaya agar pembongkaran tidak membuat pedagang kehilangan mata pencaharian.
Kecamatan Genteng menawarkan dua pilihan, yakni mencari tempat usaha secara mandiri atau menempati Sentra Wisata Kuliner (SWK).
“Jadi, semangat kami bukan meniadakan aktivitas ekonomi, tapi ketika pelaksanaan proyek ini yang harus membongkar bangunan PKL, maka semangat kita bagaimana PKL-nya tetap bisa berjualan,” jelas Jefry.
Upaya relokasi itu telah menghasilkan enam pendaftar yang berminat berjualan di SWK.
Beberapa di antaranya bahkan sudah melihat lokasi dan bersiap memulai aktivitas usaha.
“Total sudah ada enam pedagang yang mendaftar masuk ke SWK. Sebagian sudah survei dan dalam waktu dekat juga mulai berjualan di SWK,” ujar dia.
Pilihan lokasi pedagang tidak hanya terbatas di kawasan Genteng.
Ada yang mempertimbangkan Taman Prestasi, SWK Karah, hingga SWK Kasuari di Krembangan. Sebagian lainnya memilih mencari tempat usaha sendiri.
“Yang pertama kita sampaikan bisa mencari persil secara mandiri. Sebagian dari mereka juga sudah ada gambaran berjualan di mana yang tidak melanggar aturan. Yang kedua, kita juga sudah menawarkan relokasi ke Sentra Wisata Kuliner atau SWK,” kata dia.



