Cakrawala Surabaya

Pemkot Surabaya Satukan Enam Layanan Dasar dalam ASW Posyandu

×

Pemkot Surabaya Satukan Enam Layanan Dasar dalam ASW Posyandu

Sebarkan artikel ini
posyandu
Sarasehan Posyandu (Sahdu) di Graha Sawunggaling, Rabu, 28 Oktober 2026.

“Menggabungkan keenam SPM ini sebenarnya Surabaya sudah melakukan, tapi tidak terkoordinir menjadi satu. Seperti di sektor pendidikan dicari anak yang putus sekolah, kemudian di bidang sosial juga ada lansia yang membutuhkan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dan lain-lain. Itu sudah dilakukan, nah kami saat ini mencoba untuk menyatukan menjadi satu aplikasi ASW Posyandu ini,” kata Rini, saat ditemui usai kegiatan Sarasehan Posyandu (Sahdu) di Graha Sawunggaling, Rabu, 28 Oktober 2026.

Menurut Rini, integrasi diperlukan karena persoalan warga sering berkaitan satu sama lain.

Ia mencontohkan kasus stunting yang tidak hanya menyangkut kesehatan anak, tetapi juga kondisi rumah, pola asuh, asupan gizi, hingga kemampuan ekonomi keluarga.

“Karena enam SPM ini berhubungan semuanya ya, satu anak stunting itu pasti rumahnya nggak sehat. Pola asuhnya juga pasti nggak bagus orang tuanya, dan makanannya kurang bergizi. Kemungkinan, juga bisa karena status ekonominya yang dibuat makan sehari-hari saja susah,” ujarnya.

Melalui ASW Posyandu, kondisi warga diharapkan bisa dipetakan lebih rinci. Data mencakup berbagai tahap kehidupan, mulai dari kelahiran hingga lanjut usia.

Catatan bantuan dan penanganan dari perangkat daerah juga dapat dipantau melalui aplikasi tersebut.

“Termasuk intervensi apa yang sudah dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) apa, dari rutilahu apa itu sudah lengkap. Dengan aplikasi ini kita akan tahu,” jelasnya.

Sebelumnya, pendataan warga masih mengandalkan rekap manual melalui Google Formulir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *