Di sisi pencegahan, Pemkot Surabaya terus memberikan edukasi kepada anak, orang tua, dan masyarakat.
Layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), termasuk yang tersedia di balai rukun warga (RW), menjadi salah satu sarana untuk memperkuat pemahaman tentang pengasuhan dan perlindungan anak.
“Untuk pencegahan, kami terus melakukan edukasi kepada anak, orang tua, dan masyarakat. Kami memiliki Puspaga, termasuk layanan di balai RW, serta sosialisasi di sekolah dan lingkungan masyarakat. Harapannya, orang tua semakin memahami pola pengasuhan yang tepat, sementara lingkungan sekitar juga lebih peduli terhadap perlindungan anak agar perundungan bisa dicegah sejak dini,” terangnya.
Menurut Ida, edukasi tersebut juga bertujuan meningkatkan pengawasan terhadap anak dan mendorong masyarakat lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan atau perundungan di lingkungan sekitar.
“Melalui edukasi ini, kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kondisi anak di lingkungan sekitarnya. Jika menemukan indikasi kekerasan atau perundungan, kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkannya agar bisa ditangani sejak dini,” tambahnya.
Ia menilai keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam menciptakan ruang tumbuh yang aman bagi anak.
Pemahaman tentang pengasuhan, pengawasan, dan perlindungan perlu diperkuat agar dugaan kekerasan dapat dicegah dan ditangani sejak awal.













