Cakrawala Pendidikan

Pandangan Wali Murid soal Wacana Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Beragam, Begini Katanya

×

Pandangan Wali Murid soal Wacana Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Beragam, Begini Katanya

Sebarkan artikel ini
Sekolah SD
Pembelajaran di sekolah SD di Surabaya.

Surabaya, CakrawalaNews.co – Wacana penerapan kembali kebijakan tidak naik kelas mulai tahun ajaran 2027 memunculkan respons beragam dari kalangan orang tua.

Sebagian menilai kebijakan tersebut diperlukan untuk memastikan kemampuan dasar siswa benar-benar terpenuhi sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Namun, kekhawatiran juga muncul.

Anak yang tidak naik kelas dinilai berpotensi mengalami tekanan mental, minder hingga menjadi sasaran perundungan dari teman-temannya.

Umi Zaenab (29), orang tua yang memiliki anak kelas 1 MI, mengaku berada di posisi setengah setuju dan setengah tidak setuju terhadap wacana tersebut.

Ia memahami alasan kebijakan tidak naik kelas diperlukan, terutama bagi siswa yang belum menguasai kemampuan dasar seperti membaca.

Menurutnya, memaksakan anak naik kelas ketika kemampuan dasarnya masih tertinggal justru dapat menyulitkan guru dalam proses pembelajaran.

“50 persen setuju, karena kalau anak tidak mampu membaca malah naik kelas kasian guru, guru di kelas juga tidak bisa fokus 100 persen bimbing anak ini,” jelasnya pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Namun, di sisi lain, Umi khawatir keputusan tidak naik kelas justru membuat anak merasa berbeda dari teman-temannya.

Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kepercayaan diri siswa, terlebih ketika kasus perundungan di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan.

“50 persen tidak setuju, pasti anak akan minder terus bertanya kenapa cuma “dia” apalagi sekarang bully di kalangan sekolah terus meningkat,” sambungnya.

Pandangan serupa disampaikan Yossita Eka (34). Ia menilai kebijakan tidak naik kelas memiliki dua sisi yang harus dipertimbangkan secara matang sebelum benar-benar diterapkan.

Menurutnya, dari sisi positif, kebijakan tersebut dapat menjadi pemicu bagi siswa untuk lebih serius belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *