“Jangan sampai ada penyertaan modal yang besar, tetapi hasil yang kembali ke daerah tidak sebanding. Ini yang harus menjadi perhatian dalam penataan BUMD ke depan,” katanya.
Lebih lanjut, Soleh mendorong Badan Pengelola BUMD untuk memperkuat sinergi antarperusahaan daerah. Potensi tersebut antara lain berada pada sektor perbankan, logistik, energi hingga ketahanan pangan.
Menurut dia, sinergi lintas sektor dapat menciptakan ekosistem bisnis daerah yang lebih kuat. BUMD juga dapat saling mendukung dalam memperluas pasar maupun mengoptimalkan aset yang dimiliki.
“Potensi ekonomi Jawa Timur ini luar biasa. Jika seluruh BUMD kita dikelola secara terintegrasi di bawah badan pengelola yang profesional, saya yakin BUMD bukan lagi menjadi beban APBD, melainkan menjadi mesin utama penggerak perekonomian dan pendulang PAD Jatim,” pungkas Soleh. (caa)



